Rombongan Arapala Gunung Gede Pangranggo

Rombongan ARAPALA kembali menaklukan Gunung Gede Pangranggo di Bogor

Advertisements

[et_pb_section bb_built=”1″ next_background_color=”#000000″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.5.1″ text_orientation=”justified”]

Ketua rombongan (sebut saja SAYA! #narsis) bersama 3 orang adik laki – laki dan 4 temannya menghabiskan libur paskah kali ini dengan menaklukan gunung gede pangranggo melalui jalur cibodas, yang bertujuan akhir pos kandang badak, melalui cara yang tidak biasa, sebut saja TEK TOK / TRIAL RUN / whatever. Kami menamakan grup kami dengan sebutan ARAPALA yang berarti Anak Rantau Pecinta Alam, yang terdiri dari 2 frasa yaitu (1) Anak Rantau karena kami berasal dari Palangkaraya; dan (2) Pecinta Alam karena kami mencintai alam buatan Tuhan YME, khususnya bumi Indonesia. Kami berangkat dari jakarta pada pukul 00.30 WIB dan sampai dengan selamat di Cibodas pada pukul 03.00 WIB. Berhubung semua pada lapar, rombongan mampir dulu ke Sate Maranggi Sari Asih yang sangat terkenal itu. Saya menghabiskan 10 tusuk sate campur + 1 ketan bakar (per 3 April 2018, harga Ketan Bakar / Sate Maranggi Sari Asih adalah IDR 3.000,00). Karena kelaparan, setiap gigitan sate berasa enak sekali. Puas makan, ARAPALA melanjutkan perjalanan ke base camp gunung gede pangranggo, di dekat pos masuk cibodas, untuk beristirahat di salah satu rumah & hanya membayar IDR 10.000,00 / orang. Setelah tidur selama 3 jam (04.00 – 07.00 WIB), rombongan siap untuk mendaki gunung dan menyusuri lembah gunung gede pangranggo.

Arapala ke Gunung Gede Pangranggo
Arapala ke Gunung Gede Pangranggo

Sebelum dapat melakukan pendakian, kita harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu di pos masuk. Setiap orang yang tidak camping akan ditarik retribusi kebersihan sebesar IDR 18.500, di mana hal ini berbeda mengenai proses dan cara pembayarannya bagi mereka yang ingin melakukan camping di puncak gunung gede pangranggo / pos surya kencana. Setelah melakukan persiapan fisik dan dokumen, ARAPALA siap untuk melakukan pendakian pada pukul 08.30. Dan berikut adalah lama perjalanan selama kita jalan santai di gunung gede pangranggo.

  • Pos Masuk Cibodas – Pos Telaga Biru : 25 menit
  • Pos Telaga Biru – Pos Gayang Ayung : 20 menit
  • Pos Gayang Ayung – Pos Rawa Denok 1 : 30 menit
  • Pos Rawa Denok 1 – Pos Rawa Denok 2 : 15 menit
  • Pos Rawa Denok 2 – Pos Batu Kukus 1 : 30 menit
  • Pos Batu Kukus 1 – Pos Batu Kukus 2 : 30 menit
  • Pos Batu Kukus 2 – Pos Batu Kukus 3 (Mata Air Panas) : 30 menit
  • Mata Air Panas – Pos Kandang Badak : 45 menit

Setelah melakukan 3 jam perjalanan yang , kami mencapai check point 1 (pos batu kukus 1/mata air panas) dan beristirahat sejenak. Merendam kaki yang lelah ke dalam air hangat sambil menghirup udara segar emang paling mantap! Sementara sebagian beristirahat di pos air panas, beberapa anggota melanjutkan perjalanan ke pos kandang badak untuk menghabiskan lemak.

Air Panas Gunung Gede Pangranggo
Air Panas Gunung Gede Pangranggo
ARAPALA + EBC Gunung Gede Pangranggo
Rombongan ARAPALA + EBC di Pos Air Panas Gunung Gede Pangranggo

Setelah selesai beristirahat, kira – kira pukul 14.00 WIB, kami bertolak pulang dari pos air panas. Berbeda dengan perjalanan pergi, perjalanan pulang sangat cepat sekali karena hanya menghabiskan waktu 1,5 – 2 jam. Pukul 16.00 WIB, seluruh rombongan sudah tiba kembali di pos masuk cibodas, gunung gede pangranggo. Setelah membersihkan diri, ARAPALA bertolak ke Restoran Bumi Akik yang sangat terkenal dengan nasi liwetnya! untuk mengisi kembali lemak – lemak yang telah terbakar saat perjalanan tadi. Setelah kenyang, saatnya untuk tidur… sayangnya saya masih perlu kembali menyetir di perjalanan pulang T_T. untung masih ada co-driver yang terbangun dan radio yang menemani perjalanan pulang kami!!!

Adventurer! Salam ARAPALA!

 

 

Galeri Foto Kami

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section bb_built=”1″ fullwidth=”off” specialty=”on” prev_background_color=”#000000″ _builder_version=”3.0.106″ next_background_color=”#000000″][et_pb_column type=”1_4″][et_pb_image _builder_version=”3.0.106″ src=”https://www.muterindo.com/wp-content/uploads/2018/04/2.jpg” show_in_lightbox=”off” url_new_window=”off” use_overlay=”off” always_center_on_mobile=”on” force_fullwidth=”off” show_bottom_space=”on” /][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_2″ specialty_columns=”2″][et_pb_row_inner admin_label=”Row” _builder_version=”3.0.106″ parallax=”on”][et_pb_column_inner type=”4_4″ saved_specialty_column_type=”1_2″][et_pb_image _builder_version=”3.0.106″ src=”https://www.muterindo.com/wp-content/uploads/2018/04/1.jpg” show_in_lightbox=”off” url_new_window=”off” use_overlay=”off” always_center_on_mobile=”on” force_fullwidth=”off” show_bottom_space=”on” /][/et_pb_column_inner][/et_pb_row_inner][/et_pb_column][et_pb_column type=”1_4″][et_pb_image _builder_version=”3.0.106″ src=”https://www.muterindo.com/wp-content/uploads/2018/04/4.jpg” show_in_lightbox=”off” url_new_window=”off” use_overlay=”off” always_center_on_mobile=”on” force_fullwidth=”off” show_bottom_space=”on” /][/et_pb_column][/et_pb_section][et_pb_section bb_built=”1″ fullwidth=”off” specialty=”off” prev_background_color=”#000000″ _builder_version=”3.0.106″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_gallery _builder_version=”3.0.106″ gallery_orderby=”rand” show_title_and_caption=”off” show_pagination=”on” gallery_ids=”205515,205520,205522,205523,205527,205528,205529,205530,205531,205532″ fullwidth=”off” orientation=”landscape” zoom_icon_color=”#7cda24″ hover_overlay_color=”rgba(255,255,255,0.9)” background_layout=”light” pagination_font_size_tablet=”51″ pagination_line_height_tablet=”2″ background_color=”rgba(237,237,237,0.39)” hover_icon=”%%47%%” text_orientation=”right” title_text_align=”right” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Rombongan ARAPALA kembali menaklukan Gunung Gede Pangranggo di Bogor
5 (100%) 1 vote
Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *