2 Tempat Wisata di Bali yang Gratis tapi Tidak Kalah Memukau!

Advertisements

“Anda harus menyiapkan uang yang cukup banyak kalau ingin menikmati tempat wisata di Bali,” demikianlah kira-kira ucapan yang dikatakan oleh orang-orang yang sudah pernah ke Bali. Ucapan tersebut terasa cukup wajar mengingat Anda akan dikenai biaya masuk ketika Anda ingin mengunjungi berbagai tempat wisata di Bali. Dan karena Bali memang merupakan sebuah destinasi yang terkenal dengan wisatanya, sangat normal jika beberapa tempat wisata di Bali memiliki tarif masuk yang cukup mahal. Tapi tahukah Anda kalau ternyata Anda bisa menghemat uang Anda dan tetap menikmati wisata di Bali?

Ya, Anda sebenarnya bisa menikmati wisata di Pulau Dewata ini tanpa harus khawatir kantong Anda akan jebol. Ada banyak sekali tempat wisata di pulau eksotis ini yang tidak kalah cantik dan indahnya dan yang paling utama, Anda bisa menikmatinya secara gratis atau cuma-cuma. Ya, paling-paling Anda hanya butuh mengeluarkan uang untuk biaya parkir dan sekedar jajan saja di tepat wisata tersebut. Untuk tiket masuknya gratis! Bagaimana, menarik bukan? Kalau Anda ingin mengetahuinya, baca artikel ini sampai selesai karena kita akan sama-sama membahas tentang dua tempat wisata di Pulau Bali yang gratis tapi tetap memukau.

Baca juga : Persiapan Liburan Ke Nusa Penida Yang Menawan

Baca juga : Pengalaman Mendaki Gunung Rinjani Pertama Kali

——- x x x x x ——-

1. Pura Lempuyang Luhur (Negeri di Atas Awan)

Coba saya tanya pada Anda, di mana spot yang paling oke untuk menikmati pemandangan sunset di Bali? Sebagian dari Anda mungkin akan mengatakan Pantai Kuta. Tapi menurut saya salah. Jika Anda pernah ke Pura Lempuyang Luhur, Anda seharusnya setuju bahwa panorama sunset yang paling dramatis sebenarnya ada di lokasi ini. Pura ini terletak di puncak tertinggi dari Gunung Lempuyang yang mengharuskan Anda untuk menaiki ratusan anak tangga untuk sampai ke sana. Dari pintu masuknya, Anda biasanya butuh waktu 20 menit untuk mendaki anak tangga tersebut.

Seketika Anda di puncak, sebuah pemandangan yang sangat memukau akan langsung menyambut Anda. Anda akan merasa bahwa Anda sedang berada di sebuah negeri di atas awan saking tingginya lokasi pura ini. Kalau Anda beruntung dan cuaca sedang cerah, dari puncak Anda akan bisa melihat panorama pegunungan, Gunung Agung yang terlihat sangat megah, Kota Amlapura di bawah, dan juga Pantai Amed. Cobalah sendiri ke sana dan keindahan yang terhampar di depan Anda tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Dan yang paling utama, ketika waktu senja sudah mulai tiba, pemandangan kombinasi dari sunset, Gunung Agung, awan yang menggumpal dan juga semburat cahaya sunset yang keemasan akan membuat Anda merinding saking cantik dan menawannya. Untuk bisa ke tempat wisata yang satu ini, Anda bisa menuju ke Desa Tista yang berada di Kecamatan Abang, Karangasem, Bali. Dari Denpasar, Anda harus menempuh sekitar 2 jam perjalanan dan melewati Kota Amlapura. Apakah Anda merasa wajib mendatangi tempat wisata di Bali ini? Ya, saya juga demikian!

Baca juga : Pesona Pulau Lombok Yang Siap Menggeser Tahta Wisata Pulau Bali

——- x x x x x ——-

2. Pantai Nyang Nyang yang Perawan!

20180909 - 2 tempat wisata di bali yang gratis - pantai nyang nyang
picture from : youtube.com

Bali memang gudangnya pantai-pantai pasir putih yang sangat menawan. Tapi satu kendala Anda dalam menikmati pantai-pantai tersebut adalah ramainya orang yang mengunjungi. Kadang kala Anda merasa cukup susah untuk bisa menikmati pantai-pantai tersebut secara optimal. Nah, pernahkah Anda merasa penasaran apakah ada pantai yang masih perawan di Pulau Bali? Atau paling tidak belum banyak dikunjungi oleh orang-orang. Jawabannya adalah Pantai Nyang-nyang!

Lokasi pantai yang terpencil-lah yang membuat pantai ini masih kental dengan nuansa perawannya. Pantai ini dikelilingi oleh tebing yang cukup tinggi dan juga tertutup tumbuhan hijau. Lokasi inilah yang membuat orang-orang terkesan enggan untuk mengunjunginya. Padahal, pantai ini sangat pas bagi Anda yang memiliki rasa penasaran tinggi dan hobi untuk melakukan penjelajahan. Dan pantai ini sangat sesuai untuk Anda yang ingin mencari ketenangan.

Agar bisa sampai ke pantai yang terletak di selatan Bali ini, Anda harus menelusuri jalan tanah yang berada di dekat Pura Uluwatu. Kemudian Anda harus mencari papan petunjuk yang mengatakan “Nyang-nyang Surfing Beach”. Setelah itu Anda akan menemukan padang dan Anda akan menemukan warung yang menjual minuman di sana. Perlu Anda tahu, warung ini adalah warung satu-satunya yang ada di area ini. lalu Anda akan menemukan anak tangga yang mengarah ke bawah yang akan membawa Anda langsung ke area pantai. Berbagai usaha ekstra inilah yang membuat banyak orang cenderung malas untuk mengunjungi pantai ini. Padahal, usaha ekstra ini akan sangat sepadan dengan keindahan panorama pantainya. Di pantai ini juga terdapat puing kapal yang terdampar dan jumlahnya ada beberapa yang amat sangat menarik untuk Anda jadikan latar belakang foto-foto.

——- x x x x x ——-

Nah itu dia dua tempat wisata gratis di Bali yang tidak kalah menarik dari tempat wisata lain di Bali. Keduanya bisa menyuguhkan pemandangan yang amat sangat memukau dan Anda juga bisa menikmati ketenangan di kedua tempat tersebut. Bagaimana, bukankah Anda juga merasa tertarik untuk mengunjungi kedua tempat tersebut? Jangan ragu-ragu, pastikan kedua tempat di atas menjadi bagian dari tujuan wisata Anda selama di Bali. Tetap Keliling, Muter Indonesia!

*cover picture from liputan6

Advertisements

Pesona Wisata Pulau Lombok Siap Menggeser Tahta Pulau Bali

Advertisements

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.10.2″]

Dominasi Bali sebagai destinasi wisata paling “Wow” di Indonesia tampaknya sudah mulai tersaingi dengan semakin populernya destinasi wisata di daerah lain di tanah air. Tidak usah jauh-jauh dari Bali, ke arah Timur dari Pulau Dewata, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menancapkan tajinya sebagai tujuan wisata top di Indonesia. Tidak main-main, bahkan ada beberapa sumber traveling online yang mengatakan bahwa NTB, khususnya Pulau Lombok, merupakan salah satu destinasi wisata paling terekomendasi yang wajib dikunjungi sebelum kita mati! Memangnya ada apa saja sih di sana? Ini dia 3 tempat wisata Pulau Lombok yang paling wajib didatangi buat para traveler.

Baca juga : Makanan Khas Pulau Lombok Yang Bikin Ngiler Pecinta Kuliner

1. Pantai Senggigi

Urusan pantai yang indah nan menawan, kita wajib bangga karena Indonesia ini termasuk jawaranya berkat struktur negara kita yang berbentuk kepulauan dan 70% areanya adalah laut – wisata Pulau Lombok. Dan dari sekian banyak pantai yang cantik di Indonesia, Pantai Senggigi memang termasuk di daftar paling atas. Bisa dibilang pantai ini sebelas-dua belas dengan Pantai Kuta yang sudah tersohor namanya di seantero jagad wisata Pulau Lombok. Pasir putih yang terhampar luas dengan bibir pantai yang panjang menjadi salah satu daya tariknya. Pantai ini juga dikenal memiliki ombak yang cukup tenang. Inilah yang jadi alasan banyak wisatawan dalam dan luar negeri ingin pergi ke sana untuk menjajal pesona bawah laut dengan ber-snorkling ria atau melakukan kegiatan air lainnya.

Baca juga : Pengalaman Mendaki Gunung Rinjani Pertama Kali

2. Gili yang Menakjubkan

Jika Anda menengok peta Indonesia dan langsung mengarah ke Pulau Lombok, Anda akan menemukan ada 3 buah pulau kecil (atau disebut juga gili) yang berada berdekatan di sekitar Pulau Lombok. Ketiga gili tersebut adalah Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno. Gili yang disebut pertama merupakan yang paling terkenal dan saat ini sangat populer berkat kecantikan alamnya. Jika Anda traveler yang gemar menikmati alam, Anda akan merasa sangat terpuaskan di pulau kecil ini. Tampaknya tidak berlebihan untuk menyebut pulau mungil ini sebagai pecahan surga yang jatuh ke bumi karena semua keindahan alam bisa Anda temukan di sana. Alam sekitarnya sangatlah asri yang akan langsung memanjakan mata yang melihatnya. Dan jangan lupakan pantainya yang sangat bersih dan masih terkesan “perawan” serta keindahan bawah lautnya yang membuat Anda enggan untuk keluar dari air. Inilah yang menjadi daya tarik tersendiri di daftar Wisata Pulau Lombok kali ini.

3. Gunung Rinjani

Rugi besar jika Anda ke Pulau Lombok tapi hanya menikmati pantainya tanpa mengunjungi gunung yang satu ini. Site Wisata Pulau Lombok yang dianggap paling dekat dengan surga! Gunung Rinjani dikenal sebagai dengan puncaknya yang tertinggi kedua di Indonesia setelah Puncak Jayawijaya yang berada di Papua. Dengan ketinggian sampai 3.700 meter, hasrat berpetualang Anda akan sangat terpuaskan dengan mendaki gunung ini. Biasanya para pendaki akan membutuhkan waktu sampai 5 hari untuk bisa sampai ke puncak. Sepanjang perjalanan pendakian, bulu roma Anda akan dibuat berdiri saking terharunya melihat keindahan alam yang mengitari Anda. Dijamin Anda tidak akan merasa penat saat mendaki. Dan semuanya akan menjadi sangat sempurna ketika Anda sampai ke puncak di mana pemandangan akan menjadi lebih fantastis lagi karena di sana Anda bisa melihat danau kawah yang bernama Segara Anak.

[/et_pb_text][et_pb_post_nav _builder_version=”3.9″ in_same_term=”off” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Advertisements

Makanan Khas Pulau Lombok Yang Bikin Ngiler Pecinta Kuliner

Advertisements

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.9″]

Siapa yang bilang Pulau Lombok isinya hanya tentang traveling pantai dan alam melulu? Memang tidak bisa dipungkiri, pesona alam Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat memang susah dilawan. Tapi bukan berarti hanya itu saja yang bisa Anda nikmati di sana. Buat Anda yang doyan jalan-jalan dan menikmati makanan khas di daerah tujuan wisata, ini dia beberapa Makanan Khas Pulau Lombok untuk dimasukkan dalam daftar cicip wisata kuliner Anda.

Baca juga : Mendaki Gunung Rinjani Pertama Kali

Baca juga : Ke Nusa Tenggara Timur saja!

1. Ikan bakar Nipah

Nama ikan bakar ini diambil dari nama pantai di Pulau Lombok yaitu Pantai Nipah. Pantai Nipah sendiri merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang sangat direkomendasikan di Pulau Lombok. Keindahan Pantai Nipah semakin menjadi-jadi saat Anda menikmatinya sambil menyantap menu ikan bakar Nipah ini. Ikan bakar yang terasa fresh karena merupakan hasil laut nelayan setempat akan membuat lidah bergoyang. Rasa khas daging ikan bakar berpadu dengan rempah-rempah balurannya. Menu ikan bakar Nipah ini sangat nikmat untuk dimakan bersama nasi putih yang hangat dan juga ditemani sambal plecing. Tidak jarang, sebagai pendamping, ikan bakar Nipah juga disajikan bersama dengan beberuk yang juga merupakan salah satu Makanan Khas Pulau Lombok yang akan kita bahas nanti. Untuk menemukan menu ikan bakar Nipah ini tidaklah sulit karena banyak tempat makan yang menyediakannya di sepanjang perjalanan Anda menuju Pantai Nipah khususnya mulai dari perbukitan Malimbu sampai ke daerah pantai.

2. Beberuk

Ya, nama beberuk sudah sedikit disebut sebelumnya. Pada dasarnya, menu ini adalah sajian pendamping alih-alih sebagai menu utama. Tapi untuk orang-orang yang tinggal di Pulau Lombok, beberuk sendiri seperti sudah menjadi menu wajib yang harus ada di setiap waktu makan. Beberuk terbuat dari olahan terong yang kemudian dicampur dengan sambal plecing khas Pulau Lombok. Terongnya sendiri bisa dibakar terlebih dahulu atau digoreng. Penyajiannya sendiri bisa berbeda-beda. Terong bisa disuir dan bisa juga dipotong kecil-kecil. Cita rasa terong yang manis ditubrukkan dengan sambal khas Lombok yang pedas namun nikmat. Dijamin Anda akan memesan nasi putih ekstra untuk menikmati menu ini sampai habis. Kombinasi dari kedua Makanan Khas Pulau Lombok ini, Ikan Bakar Nipah dan Beberuk, hanya membuat mulut kita bisa berkata “Syedap!”

3. Ayam Taliwang

Berdosa rasanya jika membahas Makanan Khas Pulau Lombok untuk para penggemar wisata kuliner tanpa menyebut ayam taliwang. Nama menu yang satu ini memang sudah sangat familier di telinga kita karena sudah banyak yang menjual menu ini di tempat-tempat makan di daerah lain di luar Pulau Lombok. Tapi rasanya akan lebih afdhol untuk menikmati menu ini di tempat asalnya, bukan? Perpaduan ayam yang dimasak dengan menggunakan ramuan bumbu khas Pulau Lombok dan diproses dengan cara dibakar. Jika Anda tidak menyukai ayam yang dibakar, tenang saja, Anda juga bisa menikmati ayam taliwang goreng. Sekali masuk ke mulut, bisa jadi Anda akan merasa satu porsi tidaklah cukup.

[/et_pb_text][et_pb_post_nav _builder_version=”3.9″ in_same_term=”off” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Advertisements

Bingung Mau Wisata ke Mana? Ke Nusa Tenggara Timur Saja!

Advertisements

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.9″]

Sedikit menyeberang ke arah Timur dari Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Anda akan sampai ke Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sama seperti NTB, NTT belakangan ini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Indonesia. Dan semua itu akibat dari banyaknya tempat tujuan wisata yang amat sangat menarik yang bisa dikunjungi di NTT. Nah, jika Anda belum pernah ke NTT dan Anda memang berencana pergi ke sana di trip traveling yang selanjutnya, berikut ini ada beberapa rekomendasi tempat-tempat yang sebaiknya Anda datangi di NTT.

1. Lembata

Letak Lembata dekat dengan Alor dan Larantuka dan merupakan sebuah daerah yang terletak di Kepulauan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Yang membuat Lembata menarik adalah lanskapnya yang terkesan surgawi karena keindahannya. Bayangkan saja sebuah daerah yang dikelilingi oleh pantai yang cantik di satu sisi dan di sisi yang lainnya terdapat pegunungan. Sebagai hasilnya, panorama yang dramatis dan bisa membuat merinding saking indahnya akan terpapar di depan mata Anda. Silakan saja Anda berkeliling di Lembata entah itu untuk menikmati pantainya atau pegunungannya atau bahkan keduanya. Dan jika Anda datang ke sana di waktu yang tepat yaitu pada bulan April atau Mei, Anda bisa menjadi saksi sebuah festival yang bernama Bahari Nuhanera. Saat festival tersebut digelar, Anda akan bisa melihat paus biru yang dengan malu-malu menampakkan dirinya di laut.

2. Alor

Satu hal yang menjadi primadona di Alor untuk menarik para wisatawan adalah pantainya yang sangat indah. Silakan Anda jajal sendiri pergi ke pantai-pantai di Alor dan Anda akan melihat bedanya. Jika Anda merasa pantai berpasir putih sudah banyak Anda kunjungi, pantai-pantai di Alor menawarkan lebih dari sekedar pasir putih. Pasir Nusa Tenggara Timur memiliki tekstur yang lebih lembut dibandingkan pasir pantai biasanya. Bahkan menurut orang-orang yang pernah ke sana, teksturnya selembut susu bubuk. Inilah kenapa banyak wisatawan yang gemar menghabiskan waktu bersantai-santai di pantainya.

Tapi tidak hanya pantainya saja yang menawan, Alor ternyata juga menawarkan sebuah paket wisata historis/religi yang sayang untuk dilewatkan. Jika Anda pergi ke sebuah desa yang terletak di pesisir pantai di Alor, di desa tersebut disimpan musaf Al Qur’an yang diyakini sebagai musaf yang paling tua tidak hanya di Indonesia namun juga di seluruh Asia Tenggara. Musafnya terbuat dari kulit kayu yang sudah dikeringkan dan diperkirakan umur musaf tersebut sudah mencapai lebih dari 800 tahun.

3. Ende

Jangan pernah mengaku menghabiskan waktu wisata di Nusa Tenggara Timur atau Kepulauan Flores jika Anda tidak mampir ke Ende. Ada banyak sekali tujuan wisata yang mengesankan di Ende yang sepertinya tidak mungkin untuk disebutkan satu persatu di sini. Tapi yang jelas, satu destinasi wajib yang harus dikunjungi di Ende adalah Danau Kelimutu. Danau ini tidak hanya terkenal di Indonesia namun juga di seluruh dunia karena keunikan tiga warna airnya yang berbeda. Warna air yang merah, biru, dan putih di danau yang terbagi menjadi tiga bagian tersebut menjadi pemandangan yang rasanya sukar dibeli dengan uang.

Itulah 3 pilihan tempat favorit wisata dari saya. Tentunya NTT memiliki lebih banyak wisata alam yang sudah dietahui, bahkan masih tersembunyi. Perlahan – lahan kita akan membongkar wisata – wisata lainnya! Terus Keliling! Muter Indonesia!

[/et_pb_text][et_pb_post_nav _builder_version=”3.9″ in_same_term=”off” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Advertisements

Mendaki Gunung Rinjani Pertama Kali

Advertisements

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.9″]

Kali ini, aku ingin menceritakan mengenai pengalaman keren yang kudapatkan dalam libur lebaran kali ini. Saat beberapa rekan sedang asyik mempersiapkan dan merayakan hari raya idul fitri, aku dan beberapa sahabat bertolak ke Pulau Lombok – NTB untuk mendaki Gunung Rinjani, puncak tertinggi di pulau itu. aku, Jimmy, Joandry dan Gita bepergian dengan menggunakan pesawat lion air jurusan jkt – lombok pada jam 20.00 WIB (harga tiket = 700k). Berikut boarding pass yang aku gunakan dan tim yang berangkat dari Jakarta.

Kami tiba di Lombok pada pukul 23.00 WITA dengan selamat. Walaupun sebenarnya banyak taxi yang kami temukan ketika keluar dari bandara, kami telah memperhitungkan bahwa menyewa golden bird lebih murah daripada menggunakan taxi biasa. Driver golden bird tersebut sangat sigap dan kami dihubungi ketika sedang menunggu bagasi. Dengan menggunakan Golden Bird (harga sewa = 216k) yang kami reservasi secara online pada link berikut, kami dijemput dan menuju Hotel Blue Coral Innyang terletak di tepi Pantai Senggigi. Hotel tersebut memiliki fasilitas yang sangat OK dengan harga yang sangat terjangkau (cuman 200k). Selain itu, hotel tersebut diapit oleh Indomaret dan Alfamart sehingga kami tidak perlu khawatir untuk mencari keperluan harian kami. Pada tanggal 1 Juli 2016, kami melakukan persiapan bahan makanan dan menunggu seorang teman kami, Joko, yang berangkat dari Yogyakarta. Tepat pukul 12.00 siang, Joko tiba di hotel dan kami segera berangkat menuju Desa Sembalun, yang terletak di kaki Gunung Rinjani, untuk memulai pendakian tersebut. Ini foto dari skuad tim yang kami namakan ARAPALA (Anak RAntau Pencinta ALAm) yang mendaki Gunung Rinjani tersebut.

Setelah menempuh perjalanan darat selama 3 jam, kami tiba di rumah Pak Sapar (salah seorang kenalan kami yang tinggal di Desa Sembalun, Rinjani). Suasana pedesaaan yang sejuk dan asri segera menyambut kami sehingga kami tidak sabar ingin segera berjalan berkeliling desa tersebut. Setelah berkeliling desa dan memastikan seluruh peralatan dan bahan makanan telah kami persiapkan, kami beristirahat di homestay tersebut.

 

Hari pertama – 2 Juli 2016 (Pos Awal – Plawangan Sembalun)

Mendaki Gunung Rinjani – Pada pukul 06.00 WITA, kami telah bangun dan bersiap – siap untuk melakukan pendakian puncak tertinggi di tanah Lombok. Joandry, mewakili kami, membeli tiket masuk seharga Rp 20ribu/orang di pos masuk. Tepat pukul 08.00, kami memasuki taman nasional melalui perkampungan warga, yang katanya dapat menghemat waktu selama 1 jam perjalanan.

Terdapat sumber mata air yang melimpah di sepanjang perjalanan mendaki Gunung Rinjani sehingga kami hanya membekali diri kami masing – masing dengan 1 botol air Narwana (air kemasan asli Lombok). Berhubung kami mendaki Gunung Rinjani saat libur lebaran, kebanyakan orang yang kami temui adalah Bule. hhaha. Medan perjalanan dari Pos awal – Pos 2 adalah padang rumput – Savana dan tepat pukul 11.30 kami tiba di Pos 2 untuk beristirahat.

Kami pun segera memasak mie kebanggaan Indonesia, yaitu Indomie untuk memberikan kami kekuatan di sisa perjalanan kami menuju Plawangan Sembalun. Selesai makan dan membereskan peralatan kami melanjutkan perjalanan kami dan tiba di Pos 3 pada pukul 15.00.

Pada saat tiba di Pos 3, Gita memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan karena perjalananan yang terlalu melelahkan. Joandry, sebagai calon yang baik, pun undur diri untuk menemani Gita mendirikan kemah di Pos 3. Setelah melakukan diskusi kelompok yang cukup alot, akhirnya kami (aku, Jimmy dan Joko) memutuskan untuk melanjutkan perjalananan ke Plawangan Sembalun karena Joandry dan Gita pun sudah memutuskan untuk akan kembali ke Sembalun besok pagi. Kami kembali melanjutkan perjalanan dengan mempercepat tempo perjalanan kami dengan target dapat sampai di Plawangan Sembalun sebelum maghrib.

Akhirnya kami tiba di Plawangan Sembalun pukul 18.00 WITA dan segera mendirikan tenda untuk beristirahat. Setelah makan malam, beberes, mempersiapkan alarm dan menitipkan peralatan dan kemah kepada Porter, khususnya ketika summit attack (Apabila Anda tidak memiliki porter, titiplah barang2 Anda kepada porter yang berada dekat dengan Anda untuk memastikan bahwa barang – barang Anda aman dari manusia, monyet dan anjing liar), kami segera beristirahat untuk memulihkan energi kami yang telah habis pada hari ini.

Baca juga : Persiapan Mendaki Gunung Semeru Bagi Pemula

Nonton juga : Video Pendakian Gunung Semeru

 

Hari kedua – 3 Juli 2016 (Plawangan – Puncak Rinjani – Plawangan – Danau Segara Anak)

Mendaki Gunung Rinjani – Pagi – pagi benar, tepatnya pukul 00.30 WITA, alarm saya telah berbunyi untuk membangunkan kami semua. Segera saya bangunkan Joko dan Jimmy serta mempersiapkan energen untuk memberikan tenaga awal dan kehangatan bagi tubuh kami yang kedinginan. Tepat pukul 01.15 WITA, kami beranjak ke Puncak Rinjani. Karena saya tidak membawa buff, akhirnya saya menggunakan pakaian olahraga dan mengenakannya dengan ala ninja, wkwkwkw.

Setelah 1 jam perjalanan mendaki Gunung Rinjani, kami telah tiba di bibir kawah dan puncak Gunung Rinjani telah terlihat begitu dekat. Dingin mulai menusuk dan kami tidak berani berlama – lama berdiam diri karena takut membeku di bibir kawah. Rupa – rupanya pemandangan itu hanya menipu mata karena setiap kali kami mencapai puncak suatu bukit, bukit yang lain menunggu untuk kami daki sambil menggitari bibir kawah menuju puncak Gunung Rinjani. Tidak cukup dengan itu, medan pendakian akhir yang berpasir seakan menantang langkah kami untuk melanjutkan perjalanan. Ya! Dingin! Jarak! dan Medan Pasir! semua menantang dan seakan menyuruh kami untuk kembali pulang ke Plawangan Sembalun. Untungnya beberapa orang menyusul kami dan menyalip sehingga kami tertinggal di belakang. 1 kelompok, 2 kelompok dan pada akhirnya beberapa kelompok bule mulai menyalip kecepatan kami. Akhirnya jiwa kompetitif kami muncul – kami tidak akan kalah dengan Bule! haha. Semangat tersebut kembali mengisi bahan bakar tubuh untuk melanjutkan langkah kami. Walaupun beberapa kali kami sempat terhenti karena kedinginan dan sempat tertidur sebentar di balik batu, kami tetap melanjutkan langkah kami. Tepat pukul 05.00 WITA ketika langit di ufuk timur mulai memancarkan sinar jingga kami telah sampai di Puncak Rinjani. Saya tidak sadar bahwa Joko dan Jimmy telah hilang dan akhirnya saya sendiri berdiri di puncak Rinjani bersama bule – bule untuk menonton detik – detik sunrise.

Setelah 45 menit di atas, saya mulai kedinginan dan kembali mencari Joko dan Jimmy. Berhubung tidak ketemu, saya ingin cepat-cepat turun karena tujuan saya telah tercapai dan badan sudah tidak sanggup lagi menahan dingin yang sangat menusuk tulang ini. Baru melangkah sebentar Jimmy dan Joko muncul dari balik bebatuan, rupa – rupanya mereka tidur di balik batu besar yang terdapat sebelum puncak Gunung Rinjani. Wkwkw! Terpaksa saya harus kembali menaiki puncak karena tidak ingin kehilangan momen! dan yes. We’re on top of highest mountain in Lombok Island together!

Sekarang, apabila Anda sudah berada di puncak Gunung Rinjani, Anda akan menggunakan akrilik yang telah kami bawa dari Palangkaraya – Kalteng dengan hastag ARAPALA – Anak RAntau Pecinta ALAm. So Join Us! 😀

Pada pukul 08.00 WITA, kami melakukan perjalanan turun yang sangat licin, tetapi sangat mengasyikan karena medan pasir membuat perjalanan turun kami jauh lebih cepat.

Saya mengebut kendaraan saya dan kembali tiba di tenda pada pukul 10.00 WITA, sedangkan Jimmy dan Joko baru tiba 1 jam kemudian. Setelah beristirahat dan makan besar, kami segera tidur siang untuk kembali memulihkan energi kami. Saat matahari sudah mencapai puncaknya, kami membereskan tenda dan peralatan kami serta bersiap2 untuk move out ke Danau Segara Anak untuk menikmati pemandangan. Segera kami dapati diri kami berada di pinggir lereng tebing yang terjal. Ya itulah medan Plawangan Sembalun – Danau Segara Anak. Kaki yang terasa sakit, terutama di bagian kuku, melambatkan langkahku (Note : potong kuku kaki sebelum naik gunung. Ini serius!). Setelah 2 jam menuruni lereng yang terjal, track bonus yang landai sungguh menyejukkkan hati. Menempuh sisa perjalanan selama 1 jam, akhirnya sampailah kami di Danau Segara Anak. Yeay!!!

Kami segera mendirikan tenda dan mulai memasak makan malam. Menu makan malam kami kali ini adalah nasi + telur dadar + tempe + abon (porsi besar). haha. Setelah perut kenyang dan diselingi badan yang letih, tahulah kalian apa yang bakal terjadi. Tidur. Terlelap. Dan hari berganti.

[/et_pb_text][et_pb_post_nav _builder_version=”3.9″ in_same_term=”off” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Advertisements

Persiapan Liburan ke Pulau Nusa Penida Yang Menawan

Advertisements

[et_pb_section bb_built=”1″][et_pb_row][et_pb_column type=”4_4″][et_pb_text _builder_version=”3.6″]

Pulau Nusa Penida yang terletak bersebelahan dengan Pulau Bali, saat ini telah menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi seluruh pengunjung yang berlibur ke Pulau Bali. Nusa Penida menawarkan keindahan alam yang sangat khas dan alami serta belum dapat ditemukan di daerah lain di Indonesia saat ini. Nama – nama seperti Crystal Bay, Angel Billabong, Kelingking Beach merupakan destinasi wisata pantai paling favorit bagi wisatawan. Selain dapat menikmati suasa pantai, wisatawan yang memiliki hobi diving ataupun snorkeling juga dapat menikmati indahnya Wall Point dan Gamat Bay. Sangat lengkap bukan?

Baca Juga :

Berikut adalah persiapan yang harus kita lakukan sebelum dapat berangkat ke Nusa Penida, Bali!

1. Membeli Tiket Pesawat

Untuk kamu yang belum tahu Nusa Penida ada di mana dan bentukannya kaya apa. Sekarang saatnya untuk kamu beli tiket pesawat ke Nusa Penida melalui TRAVELOKA. #Eh ga ada yak! Hahaha! Ya kamu harus pesan tiket ke Bali dlu, baru dilanjutin naik fast boat melalui Pelabuhan Sanur.

2. Membeli Tiket Fast Boat

Gunakan fast boat terpercaya yang bagus dan murah seperti Maruti Express, Glory Express atau Mola – Mola Expres. Harganya juga lumayan murah. Hanya 100 – 150 ribu saja untuk perjalanan pulang pergi. Fast boat ini dapat kamu temukan juga sih di pelabuhan Sanur, tapi daripada ribet untuk booking lagi, mending kita persiapkan in advance kan? Link tinggal klik lagi 😀

3. Booking Hotel di Nusa Penida

Walaupun kamu bisa melakukan 1 day trip saat berlibur ke Nusa Penida, tapi saya tidak menyukainya. Banyak tempat di Nusa Penida untuk kamu nikmati. Namanya juga menikmati, siapa sih yang mau diburu oleh waktu? Jadi saya memilih untuk stay di hotel. Untuk hotel atau penginapan di Nusa Penida, saya sarankan untuk mengambil daerah yang ramai seperti daerah Sampalan dikarenakan banyak makanan dan sarana umum yang bisa kamu temukan. Jadi kamu tidak akan kesulitan untuk mencari peralatan yang kamu butuhkan. Untuk booking hotel, BOOKING.COM menjadi favorit saya!

4. Sewa Motor

Begitu sampai di Nusa Penida, kamu akan menemukan banyak sekali penyewaan motor di pelabuhan atau dermaganya. Cukup dengan merogoh kocek sebanyak 50 – 70 ribu saja dan sudah termasuk bensin lagi!

Apabila keempat hal diatas telah kamu persiapkan, kamu tinggal menyiapkan badan dan peralatanmu untuk berangkat pada saat yang ditentukan! Mari Keliling, Muter Indonesia!

[/et_pb_text][et_pb_post_nav _builder_version=”3.6″ in_same_term=”off” /][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Advertisements